Rekor MURI Freestyle Hingga Touring Taklukan Batasan, Ikhtiar Suzuki Untuk Mendongkrak Pamor Suzuki GSX-S150

Stopie

Assalamu’alaikum guys..

Untuk memperkenalkan sebuah produk yang lebih masif lagi ke konsumen, sudah biasanya bagi setiap produsen menerapkan strateginya yang sebisa mungkin tepat sasaran. Salah satunya apa yang di-ikhtiar-kan Suzuki Indonesia dalam memperkenalkan varian sport nakednya ke konsumen, Suzuki GSX-S150. Mulai dari memecahkan Rekor MURI Freestyle Terbanyak di OTOBURSA tempo hari yang lalu, hingga Touring Suzuki GSX-S150 Taklukan Batasan Etape 1 ke Baturaden yang digelar tanggal 17-18 April kemarin. 

Memecahkan Rekor MURI

Pada event OTOBURSA Tumplek Blek 2017 yang lalu, selain memperkenalkan part racing SARP Cobra Series, Suzuki Indonesia juga menggelar event akbar pemecahan rekor MURI Freestyle Terbanyak. Sekitar 50 motor Suzuki GSX-S150 ini diatraksikan oleh 50 freestyler dari berbagai daerah. Ada 4 style yang dipecahkan dalam atraksi kolosal ini, seperti Wheelie , Stopie, Circle dan terakhir Burn Out.

Keempat aksi tersebut sukses dilakukan oleh 50 freestyler handal. Atraksi para freestyler seakan memperlihatkan ketangguhan dan kelincahan dari Suzuki GSX-S150 langsung ke masyarakat. Motor yang digunakan pun semua dalam keadaan standard. Rekor pun berhasil terpecahkan. Masyarakat akhirnya mulai melek lagi terhadap Suzuki Indonesia karena euforia GSX series masih terus berlanjut.

Touring Taklukan Batasan

Foto-03.jpg

Euforia GSX series memang harus berlanjut agar masyarakat tetap sadar terhadap kebangkitan Suzuki Indonesia. Maka itu Suzuki Indonesia menggelar turing GSX-S150 dengan melibatkan para blogger dan jurnalis media. Turing Etape 1 ini rutenya dari Jakarta – Puncak – Bandung – Garut – Ciamis – Baturaden. Ada sekitar 25 motor Suzuki GSX-S150 yang dikendarai dalam turing akbar ini.

Foto-01.jpg

Dari 25 motor yang ada, salah duanya menggunakan part SARP seperti knalpot racing dan footstep racing. Selama turing jarak jauh ini, Isalblogger memperoleh impresi yang cukup reacted feel soal Suzuki GSX-S150 ini baik versi standard ataupun versi SARP. Mulai dari torsi yang melimpah, nafas yang panjang (di versi SARP lebih panjang lagi), motor yang stabil di kecepatan tinggi, dan kelincahannya yang memacu adrenalin.

Foto-07.jpg

Untuk turing jarak jauh, Suzuki GSX-S150 masih cukup oke diajak naik turung gunung menjelajah aspal halus dan rusak. Meski sebenarnya GSX-S150 ini lebih cocok untuk riding harian di perkotaan. Torsi dan kelincahannya mendukung hal itu. Belum lagi jika memakai part SARP, tenaga GSX-S150 seperti tak ada habisnya. Benar-benar mengagumkan power delivery-nya.

Foto-06.jpg

Bagaimana efeknya terhadap masyarakat? Ketika turing menuju Puncak, seorang biker matic menanyakan “ini motor apa?” kepada Isalblogger. Kemudian dijelaskan bahwa ini adalah Suzuki GSX-S150. Si biker terlihat kagum dengan bentuk GSX-S150 dan menganggap motor ini adalah saingannya Vixion dan CB150R. Kemudian ketika menuju Garut juga beberapa masyarakat benar-benar memperhatikan hingga bertanya soal GSX-S150. Mudah-mudahan ini sinyal positif dari masyarakat untuk Suzuki Indonesia dalam memasarkan GSX-S150. Sinyal positif yang ke depannya harus dipertahankan Suzuki Indonesia sekuat mungkin. Karena efek baiknya tidak hanya untuk GSX-S150 atau GSX-R150 saja, tapi juga mencakup produk-produk roda dua Suzuki Indonesia ke depannya. Semoga manfaat.

Wassalam

(isal)

1 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Ini Dia Sketsa Analisa Sport Fairing 250cc Suzuki Jika Berbeda Dengan Model Di Cina | Isalblogger

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.