Journalist Leisure Riding 2017 – Akhirnya Kesampaian Juga Merasakan Sensasi Honda Supra GTR150

Assalamu’alaikum guys..

Kemarin pada tanggal 9- 10 Februari 2017, penulis bersama kawan-kawan blogger dan media mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Turing Journalist Leisure Riding 2017 ke Ciwidey, Bandung yang diselenggarakan oleh main dealer Honda Bandung, PT. Daya Adicipta Motora (DAM). Turing ini juga dalam rangka mempromosikan Honda Supra GTR150 lebih luas lagi ke masyarakat setelah diperkenalkan sekitar setahun lalu. Nah, berhubung belum pernah sama sekali icip-icip Supra GTR150, maka inilah kesempatan penulis untuk merasakan pertama kali sensasi riding bersama Supra GTR150.

dam_0323

Sebelum berangkat turing, panitia turing dari DAM memberikan briefing dan doa bersama sebelum jalan. Karena ini turing bertemakan promosi Honda Supra GTR150, maka posisi motor peserta turing paling depan adalah Supra GTR150 kemudian di belakangnya Vario 150, Sonic 150, CB150R dan terakhir diikuti oleh CBR150R beserta Honda BigBike (CB650F, CB500X dan NM4 Vultus). Dan penulis mengendarai Supra GTR150 yang terdepan.

dam_0339

Ergonomi Supra GTR150 memang agak tinggi dikit sih dan bobotnya berat ketika diparkir. Tapi ketika puntir gas di gigi 1, 2 dan 3 tarikannya sangat enteng sampai mentul-mentul kalau gak halus bawanya. Dan rasa mentul-mentul pun hilang ketika masuk gigi 4 namun tarikannya tetap enteng. Di gigi 5 tarikan jadi semakin halus dan kecepatan meningkat, tapi gak pernah masuk ke gigi 6 karena menjaga jarak iring-iringan turing. Nafas putaran mesin per giginya sepertinya lebih panjang dari Sonic 150. Dibawa kencang dan manuver belok, Supra GTR150 terasa antep berkat ban depan-belakang yang cukup lebar walaupun gak selincah Sonic 150. Karena kondisi hujan dan jalanan cukup licin, penulis jadi gak terlalu sering tarik rem depan. Walhasil mengurangi kecepatan lebih sering mengandalkan engine brake ketika shift down gear dan rem belakang. Rem belakangnya memang istimewa, pakem banget guys..

dam_0410

dam_1290

Untuk sensasi shock breakernya Supra GTR150, penulis acungi jempol ketika menghajar jalanan  berlubang/tidak rata. Cukup empuk guys.. Apalagi didukung dengan ban besar, Supra GTR150 semakin nyaman dibawa ke kontur jalan berbagai macam karakter. Kalau mau dipaksa bawa ke jalanan offroad saat hujan, ya boleh-boleh aja selama biker bisa mengendalikannya, tapi ya janganlah ya guys.. Bagi penulis gak terlalu recommended juga Supra GTR150 ngehajar jalanan offroad berbecek. Lain cerita kalau sobat biker mengaplikasikan ban offroad aka ban tahu, ya silahkan aja. Karena Supra GTR150 ini memang supercub asik diajak ke segala medan, khususnya turing jarak jauh. Meski joknya cukup keras, (maaf) bokong penulis entah kenapa tidak terasa pegal.

dam_0463

dam_0845dam_0745

Yang agak kaku bagi penulis, cuma posisi tombol klakson dan tuas tombol sign milik Supra GTR150 ini. Karena keseharian penulis yang memakai matic dari brand pabrikan Iwata, dimana posisi klakson di bawah dan tuas sign di atas, di Supra GTR150 kebalikannya. Jadi ketika mau geser tuas sign, malah jadi tekan tombol klakson. Sehingga sepanjang turing penulis terus melakukan penyesuaian memori untuk kedua tombol ini saja. Kesimpulannya, sekali lagi mengendarai Supra GTR150 ini memang mengasyikkan. Bagi sebagian sobat pembaca dan biker yang masih setia atau penggila motor bebek super, Supra GTR150 bisa jadi alternatif lain untuk harian atau bagi yang suka turing jarak jauh menggunakan motor bebek kencang namun irit. Semoga manfaat.

Wassalam

(isal)

dam_1045

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sketsa Konsep Honda CB250F | Isalblogger
  2. Warna Baru Honda Supra GTR150 Di Tahun 2018 - Isalblogger
  3. Warna Baru Honda Supra GTR150 Di Tahun 2018 – Isalblogger

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.